Kamis, 28 November 2013
Masyarakat Madani
Masyarakat madani adalah masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, yang maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Allah SWT memberikan gambaran dari masyarakat madani dengan firman-Nya dalam Q.S. Saba’ ayat 15:
Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun”.
Masyarakat Madani Dalam Sejarah
Ada dua masyarakat madani dalam sejarah yang terdokumentasi sebagai masyarakat madani, yaitu:
1) Masyarakat Saba’, yaitu masyarakat di masa Nabi Sulaiman.
2) Masyarakat Madinah setelah terjadi traktat, perjanjjian Madinah antara Rasullullah SAW beserta umat Islam dengan penduduk Madinah yang beragama Yahudi dan beragama Watsani dari kaum Aus dan Khazraj. Perjanjian Madinah berisi kesepakatan ketiga unsur masyarakat untuk saling menolong, menciptakan kedamaian dalam kehidupan sosial, menjadikan Al-Qur’an sebagai konstitusi, menjadikan Rasullullah SAW sebagai pemimpin dengan ketaatan penuh terhadap keputusan-keputusannya, dan memberikan kebebasan bagi penduduknya untuk memeluk agama serta beribadah sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya.
Karakteristik Masyarakat Madani
Ada beberapa karakteristik masyarakat madani, diantaranya:
1. Terintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok ekslusif kedalam masyarakat melalui kontrak sosial dan aliansi sosial.
2. Menyebarnya kekuasaan sehingga kepentingan-kepentingan yang mendominasi dalam masyarakat dapat dikurangi oleh kekuatan-kekuatan alternatif.
3. Dilengkapinya program-program pembangunan yang didominasi oleh negara dengan program-program pembangunan yang berbasis masyarakat.
4. Terjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara karena keanggotaan organisasi-organisasi volunter mampu memberikan masukan-masukan terhadap keputusan-keputusan pemerintah.
5. Tumbuhkembangnya kreatifitas yang pada mulanya terhambat oleh rejim-rejim totaliter.
6. Meluasnya kesetiaan (loyalty) dan kepercayaan (trust) sehingga individu-individu mengakui keterkaitannya dengan orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri.
7. Adanya pembebasan masyarakat melalui kegiatan lembaga-lembaga sosial dengan berbagai ragam perspektif.
8. Bertuhan, artinya bahwa masyarakat tersebut adalah masyarakat yang beragama, yang mengakui adanya Tuhan dan menempatkan hukum Tuhan sebagai landasan yang mengatur kehidupan sosial.
9. Damai, artinya masing-masing elemen masyarakat, baik secara individu maupun secara kelompok menghormati pihak lain secara adil.
10. Tolong menolong tanpa mencampuri urusan internal individu lain yang dapat mengurangi kebebasannya.
11. Toleran, artinya tidak mencampuri urusan pribadi pihak lain yang telah diberikan oleh Allah sebagai kebebasan manusia dan tidak merasa terganggu oleh aktivitas pihak lain yang berbeda tersebut.
12. Keseimbangan antara hak dan kewajiban sosial.
13. Berperadaban tinggi, artinya bahwa masyarakat tersebut memiliki kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan untuk umat manusia.
14. Berakhlak mulia.
sumber : http://rumahradhen.wordpress.com/materi-kuliahku/semester-i/islam/masyarakat-madani/
Read more ...
Allah SWT memberikan gambaran dari masyarakat madani dengan firman-Nya dalam Q.S. Saba’ ayat 15:
Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun”.
Masyarakat Madani Dalam Sejarah
Ada dua masyarakat madani dalam sejarah yang terdokumentasi sebagai masyarakat madani, yaitu:
1) Masyarakat Saba’, yaitu masyarakat di masa Nabi Sulaiman.
2) Masyarakat Madinah setelah terjadi traktat, perjanjjian Madinah antara Rasullullah SAW beserta umat Islam dengan penduduk Madinah yang beragama Yahudi dan beragama Watsani dari kaum Aus dan Khazraj. Perjanjian Madinah berisi kesepakatan ketiga unsur masyarakat untuk saling menolong, menciptakan kedamaian dalam kehidupan sosial, menjadikan Al-Qur’an sebagai konstitusi, menjadikan Rasullullah SAW sebagai pemimpin dengan ketaatan penuh terhadap keputusan-keputusannya, dan memberikan kebebasan bagi penduduknya untuk memeluk agama serta beribadah sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya.
Karakteristik Masyarakat Madani
Ada beberapa karakteristik masyarakat madani, diantaranya:
1. Terintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok ekslusif kedalam masyarakat melalui kontrak sosial dan aliansi sosial.
2. Menyebarnya kekuasaan sehingga kepentingan-kepentingan yang mendominasi dalam masyarakat dapat dikurangi oleh kekuatan-kekuatan alternatif.
3. Dilengkapinya program-program pembangunan yang didominasi oleh negara dengan program-program pembangunan yang berbasis masyarakat.
4. Terjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara karena keanggotaan organisasi-organisasi volunter mampu memberikan masukan-masukan terhadap keputusan-keputusan pemerintah.
5. Tumbuhkembangnya kreatifitas yang pada mulanya terhambat oleh rejim-rejim totaliter.
6. Meluasnya kesetiaan (loyalty) dan kepercayaan (trust) sehingga individu-individu mengakui keterkaitannya dengan orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri.
7. Adanya pembebasan masyarakat melalui kegiatan lembaga-lembaga sosial dengan berbagai ragam perspektif.
8. Bertuhan, artinya bahwa masyarakat tersebut adalah masyarakat yang beragama, yang mengakui adanya Tuhan dan menempatkan hukum Tuhan sebagai landasan yang mengatur kehidupan sosial.
9. Damai, artinya masing-masing elemen masyarakat, baik secara individu maupun secara kelompok menghormati pihak lain secara adil.
10. Tolong menolong tanpa mencampuri urusan internal individu lain yang dapat mengurangi kebebasannya.
11. Toleran, artinya tidak mencampuri urusan pribadi pihak lain yang telah diberikan oleh Allah sebagai kebebasan manusia dan tidak merasa terganggu oleh aktivitas pihak lain yang berbeda tersebut.
12. Keseimbangan antara hak dan kewajiban sosial.
13. Berperadaban tinggi, artinya bahwa masyarakat tersebut memiliki kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan untuk umat manusia.
14. Berakhlak mulia.
sumber : http://rumahradhen.wordpress.com/materi-kuliahku/semester-i/islam/masyarakat-madani/
Rabu, 27 November 2013
Mengapa kemiskinan di Indonesia menjadi masalah berkelanjutan ?
SEJAK awal kemerdekaan, bangsa Indonesia telah mempunyai perhatian besar terhadap terciptanya masyarakat yang
adil dan makmur sebagaimana termuat dalam alinea keempat Undang-Undang Dasar 1945. Program-program
pembangunan yang dilaksanakan selama ini juga selalu memberikan perhatian besar terhadap upaya pengentasan
kemiskinan karena pada dasarnya pembangunan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat. Meskipun demikian, masalah kemiskinan sampai saat ini terus-menerus menjadi masalah yang
berkepanjangan.
PADA umumnya, partai-partai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2004 juga mencantumkan program pengentasan
kemiskinan sebagai program utama dalam platform mereka. Pada masa Orde Baru, walaupun mengalami pertumbuhan
ekonomi cukup tinggi, yaitu rata-rata sebesar 7,5 persen selama tahun 1970-1996, penduduk miskin di Indonesia tetap
tinggi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Indonesia tahun 1996 masih sangat tinggi,
yaitu sebesar 17,5 persen atau 34,5 juta orang. Hal ini bertolak belakang dengan pandangan banyak ekonom yang
menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan pada akhirnya
mengurangi penduduk miskin.
Perhatian pemerintah terhadap pengentasan kemiskinan pada pemerintahan reformasi terlihat lebih besar lagi setelah
terjadinya krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997. Meskipun demikian, berdasarkan penghitungan BPS, persentase
penduduk miskin di Indonesia sampai tahun 2003 masih tetap tinggi, sebesar 17,4 persen, dengan jumlah penduduk
yang lebih besar, yaitu 37,4 juta orang.
Bahkan, berdasarkan angka Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2001, persentase
keluarga miskin (keluarga prasejahtera dan sejahtera I) pada 2001 mencapai 52,07 persen, atau lebih dari separuh
jumlah keluarga di Indonesia. Angka- angka ini mengindikasikan bahwa program-program penanggulangan kemiskinan
selama ini belum berhasil mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia.
Penyebab kegagalan
Pada dasarnya ada dua faktor penting yang dapat menyebabkan kegagalan program penanggulangan kemiskinan di
Indonesia. Pertama, program- program penanggulangan kemiskinan selama ini cenderung berfokus pada upaya
penyaluran bantuan sosial untuk orang miskin.Hal itu, antara lain, berupa beras untuk rakyat miskin dan program jaring
pengaman sosial (JPS) untuk orang miskin. Upaya seperti ini akan sulit menyelesaikan persoalan kemiskinan yang ada
karena sifat bantuan tidaklah untuk pemberdayaan, bahkan dapat menimbulkan ketergantungan.
Program-program bantuan yang berorientasi pada kedermawanan pemerintah ini justru dapat memperburuk moral dan
perilaku masyarakat miskin. Program bantuan untuk orang miskin seharusnya lebih difokuskan untuk menumbuhkan
budaya ekonomi produktif dan mampu membebaskan ketergantungan penduduk yang bersifat permanen. Di lain pihak,
program-program bantuan sosial ini juga dapat menimbulkan korupsi dalam penyalurannya.
Alangkah lebih baik apabila dana-dana bantuan tersebut langsung digunakan untuk peningkatan kualitas sumber daya
manusia (SDM), seperti dibebaskannya biaya sekolah, seperti sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama
(SMP), serta dibebaskannya biaya- biaya pengobatan di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).
Faktor kedua yang dapat mengakibatkan gagalnya program penanggulangan kemiskinan adalah kurangnya pemahaman
berbagai pihak tentang penyebab kemiskinan itu sendiri sehingga program-program pembangunan yang ada tidak
didasarkan pada isu-isu kemiskinan, yang penyebabnya berbeda-beda secara lokal.
Sebagaimana diketahui, data dan informasi yang digunakan untuk program-program penanggulangan kemiskinan
selama ini adalah data makro hasil Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas) oleh BPS dan data mikro hasil
pendaftaran keluarga prasejahtera dan sejahtera I oleh BKKBN.
Kedua data ini pada dasarnya ditujukan untuk kepentingan perencanaan nasional yang sentralistik, dengan asumsi yang
menekankan pada keseragaman dan fokus pada indikator dampak. Pada kenyataannya, data dan informasi seperti ini
tidak akan dapat mencerminkan tingkat keragaman dan kompleksitas yang ada di Indonesia sebagai negara besar yang
mencakup banyak wilayah yang sangat berbeda, baik dari segi ekologi, organisasi sosial, sifat budaya, maupun bentuk
ekonomi yang berlaku secara lokal.
Bisa saja terjadi bahwa angka-angka kemiskinan tersebut tidak realistis untuk kepentingan lokal, dan bahkan bisa
membingungkan pemimpin lokal (pemerintah kabupaten/kota). Sebagai contoh adalah kasus yang terjadi di Kabupaten
Sumba Timur. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur merasa kesulitan dalam menyalurkan beras untuk orang miskin
karena adanya dua angka kemiskinan yang sangat berbeda antara BPS dan BKKBN pada waktu itu.
Di satu pihak angka kemiskinan Sumba Timur yang dihasilkan BPS pada tahun 1999 adalah 27 persen, sementara angka
kemiskinan (keluarga prasejahtera dan sejahtera I) yang dihasilkan BKKBN pada tahun yang sama mencapai 84 persen.
Kedua angka ini cukup menyulitkan pemerintah dalam menyalurkan bantuan-bantuan karena data yang digunakan untuk
target sasaran rumah tangga adalah data BKKBN, sementara alokasi bantuan didasarkan pada angka BPS.
Secara konseptual, data makro yang dihitung BPS selama ini dengan pendekatan kebutuhan dasar (basic needs
approach) pada dasarnya (walaupun belum sempurna) dapat digunakan untuk memantau perkembangan serta
perbandingan penduduk miskin antardaerah. Namun, data makro tersebut mempunyai keterbatasan karena hanya
bersifat indikator dampak yang dapat digunakan untuk target sasaran geografis, tetapi tidak dapat digunakan untuk target
sasaran individu rumah tangga atau keluarga miskin. Untuk target sasaran rumah tangga miskin, diperlukan data mikro
yang dapat menjelaskan penyebab kemiskinan secara lokal, bukan secara agregat seperti melalui model-model
ekonometrik.
Untuk data mikro, beberapa lembaga pemerintah telah berusaha mengumpulkan data keluarga atau rumah tangga miskin
secara lengkap, antara lain data keluarga prasejahtera dan sejahtera I oleh BKKBN dan data rumah tangga miskin oleh
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Meski
demikian, indikator- indikator yang dihasilkan masih terbatas pada identifikasi rumah tangga. Di samping itu,
indikator-indikator tersebut selain tidak bisa menjelaskan penyebab kemiskinan, juga masih bersifat sentralistik dan
seragam-tidak dikembangkan dari kondisi akar rumput dan belum tentu mewakili keutuhan sistem sosial yang
spesifik-lokal.
Strategi ke depan
Berkaitan dengan penerapan otonomi daerah sejak tahun 2001, data dan informasi kemiskinan yang ada sekarang perlu
dicermati lebih lanjut, terutama terhadap manfaatnya untuk perencanaan lokal.
Strategi untuk mengatasi krisis kemiskinan tidak dapat lagi dilihat dari satu dimensi saja (pendekatan ekonomi), tetapi
memerlukan diagnosa yang lengkap dan menyeluruh (sistemik) terhadap semua aspek yang menyebabkan kemiskinan
secara lokal.
Data dan informasi kemiskinan yang akurat dan tepat sasaran sangat diperlukan untuk memastikan keberhasilan
pelaksanaan serta pencapaian tujuan atau sasaran dari kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan, baik di
tingkat nasional, tingkat kabupaten/kota, maupun di tingkat komunitas.
Masalah utama yang muncul sehubungan dengan data mikro sekarang ini adalah, selain data tersebut belum tentu
relevan untuk kondisi daerah atau komunitas, data tersebut juga hanya dapat digunakan sebagai indikator dampak dan
belum mencakup indikator-indikator yang dapat menjelaskan akar penyebab kemiskinan di suatu daerah atau komunitas.
Dalam proses pengambilan keputusan diperlukan adanya indikator-indikator yang realistis yang dapat diterjemahkan ke
dalam berbagai kebijakan dan program yang perlu dilaksanakan untuk penanggulangan kemiskinan. Indikator tersebut
harus sensitif terhadap fenomena-fenomena kemiskinan atau kesejahteraan individu, keluarga, unit-unit sosial yang lebih
besar, dan wilayah.
Kajian secara ilmiah terhadap berbagai fenomena yang berkaitan dengan kemiskinan, seperti faktor penyebab proses
terjadinya kemiskinan atau pemiskinan dan indikator-indikator dalam pemahaman gejala kemiskinan serta akibat-akibat
dari kemiskinan itu sendiri, perlu dilakukan. Oleh karena itu, pemerintah kabupaten/kota dengan dibantu para peneliti perlu
mengembangkan sendiri sistem pemantauan kemiskinan di daerahnya, khususnya dalam era otonomi daerah sekarang.
Para peneliti tersebut tidak hanya dibatasi pada disiplin ilmu ekonomi, tetapi juga disiplin ilmu sosiologi, ilmu antropologi,
dan lainnya.
Belum memadai
Ukuran-ukuran kemiskinan yang dirancang di pusat belum sepenuhnya memadai dalam upaya pengentasan kemiskinan
secara operasional di daerah. Sebaliknya, informasi-informasi yang dihasilkan dari pusat tersebut dapat menjadikan
kebijakan salah arah karena data tersebut tidak dapat mengidentifikasikan kemiskinan sebenarnya yang terjadi di tingkat
daerah yang lebih kecil. Oleh karena itu, di samping data kemiskinan makro yang diperlukan dalam sistem statistik
nasional, perlu juga diperoleh data kemiskinan (mikro) yang spesifik daerah. Namun, sistem statistik yang dikumpulkan
secara lokal tersebut perlu diintegrasikan dengan sistem statistik nasional sehingga keterbandingan antarwilayah,
khususnya keterbandingan antarkabupaten dan provinsi dapat tetap terjaga.
Dalam membangun suatu sistem pengelolaan informasi yang berguna untuk kebijakan pembangunan kesejahteraan
daerah, perlu adanya komitmen dari pemerintah daerah dalam penyediaan dana secara berkelanjutan. Dengan adanya
dana daerah untuk pengelolaan data dan informasi kemiskinan, pemerintah daerah diharapkan dapat mengurangi
pemborosan dana dalam pembangunan sebagai akibat dari kebijakan yang salah arah, dan sebaliknya membantu
mempercepat proses pembangunan melalui kebijakan dan program yang lebih tepat dalam pembangunan.
Keuntungan yang diperoleh dari ketersediaan data dan informasi statistik tersebut bahkan bisa jauh lebih besar dari biaya
yang diperlukan untuk kegiatan-kegiatan pengumpulan data tersebut. Selain itu, perlu adanya koordinasi dan kerja sama
antara pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder), baik lokal maupun nasional atau internasional, agar penyaluran
dana dan bantuan yang diberikan ke masyarakat miskin tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
Ketersediaan informasi tidak selalu akan membantu dalam pengambilan keputusan apabila pengambil keputusan
tersebut kurang memahami makna atau arti dari informasi itu. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya kemampuan
teknis dari pemimpin daerah dalam hal penggunaan informasi untuk manajemen.
Sebagai wujud dari pemanfaatan informasi untuk proses pengambilan keputusan dalam kaitannya dengan pembangunan
di daerah, diusulkan agar dilakukan pemberdayaan pemerintah daerah, instansi terkait, perguruan tinggi dan lembaga
swadaya masyarakat (LSM) dalam pemanfaatan informasi untuk kebijakan program.
Kegiatan ini dimaksudkan agar para pengambil keputusan, baik pemerintah daerah, dinas-dinas pemerintahan terkait,
perguruan tinggi, dan para LSM, dapat menggali informasi yang tepat serta menggunakannya secara tepat untuk membuat
kebijakan dan melaksanakan program pembangunan yang sesuai.
Pemerintah daerah perlu membangun sistem pengelolaan informasi yang menghasilkan segala bentuk informasi untuk
keperluan pembuatan kebijakan dan pelaksanaan program pembangunan yang sesuai. Perlu pembentukan tim teknis
yang dapat menyarankan dan melihat pengembangan sistem pengelolaan informasi yang spesifik daerah. Pembentukan
tim teknis ini diharapkan mencakup pemerintah daerah dan instansi terkait, pihak perguruan tinggi, dan peneliti lokal
maupun nasional, agar secara kontinu dapat dikembangkan sistem pengelolaan informasi yang spesifik daerah.
Berkaitan dengan hal tersebut, perlu disadari bahwa walaupun kebutuhan sistem pengumpulan data yang didesain,
diadministrasikan, dianalisis, dan didanai pusat masih penting dan perlu dipertahankan, sudah saatnya dikembangkan
pula mekanisme pengumpulan data untuk kebutuhan komunitas dan kabupaten.
Mekanisme pengumpulan data ini harus berbiaya rendah, berkelanjutan, dapat dipercaya, dan mampu secara cepat
merefleksikan keberagaman pola pertumbuhan ekonomi dan pergerakan sosial budaya di antara komunitas pedesaan
dan kota, serta kompromi ekologi yang meningkat.
Hamonangan Ritonga Kepala Subdit pada Direktorat Analisis Statistik, Badan Pusat Statistik
Sumber: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0402/10/ekonomi/847162.html
Read more ...
adil dan makmur sebagaimana termuat dalam alinea keempat Undang-Undang Dasar 1945. Program-program
pembangunan yang dilaksanakan selama ini juga selalu memberikan perhatian besar terhadap upaya pengentasan
kemiskinan karena pada dasarnya pembangunan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat. Meskipun demikian, masalah kemiskinan sampai saat ini terus-menerus menjadi masalah yang
berkepanjangan.
PADA umumnya, partai-partai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2004 juga mencantumkan program pengentasan
kemiskinan sebagai program utama dalam platform mereka. Pada masa Orde Baru, walaupun mengalami pertumbuhan
ekonomi cukup tinggi, yaitu rata-rata sebesar 7,5 persen selama tahun 1970-1996, penduduk miskin di Indonesia tetap
tinggi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Indonesia tahun 1996 masih sangat tinggi,
yaitu sebesar 17,5 persen atau 34,5 juta orang. Hal ini bertolak belakang dengan pandangan banyak ekonom yang
menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan pada akhirnya
mengurangi penduduk miskin.
Perhatian pemerintah terhadap pengentasan kemiskinan pada pemerintahan reformasi terlihat lebih besar lagi setelah
terjadinya krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997. Meskipun demikian, berdasarkan penghitungan BPS, persentase
penduduk miskin di Indonesia sampai tahun 2003 masih tetap tinggi, sebesar 17,4 persen, dengan jumlah penduduk
yang lebih besar, yaitu 37,4 juta orang.
Bahkan, berdasarkan angka Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2001, persentase
keluarga miskin (keluarga prasejahtera dan sejahtera I) pada 2001 mencapai 52,07 persen, atau lebih dari separuh
jumlah keluarga di Indonesia. Angka- angka ini mengindikasikan bahwa program-program penanggulangan kemiskinan
selama ini belum berhasil mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia.
Penyebab kegagalan
Pada dasarnya ada dua faktor penting yang dapat menyebabkan kegagalan program penanggulangan kemiskinan di
Indonesia. Pertama, program- program penanggulangan kemiskinan selama ini cenderung berfokus pada upaya
penyaluran bantuan sosial untuk orang miskin.Hal itu, antara lain, berupa beras untuk rakyat miskin dan program jaring
pengaman sosial (JPS) untuk orang miskin. Upaya seperti ini akan sulit menyelesaikan persoalan kemiskinan yang ada
karena sifat bantuan tidaklah untuk pemberdayaan, bahkan dapat menimbulkan ketergantungan.
Program-program bantuan yang berorientasi pada kedermawanan pemerintah ini justru dapat memperburuk moral dan
perilaku masyarakat miskin. Program bantuan untuk orang miskin seharusnya lebih difokuskan untuk menumbuhkan
budaya ekonomi produktif dan mampu membebaskan ketergantungan penduduk yang bersifat permanen. Di lain pihak,
program-program bantuan sosial ini juga dapat menimbulkan korupsi dalam penyalurannya.
Alangkah lebih baik apabila dana-dana bantuan tersebut langsung digunakan untuk peningkatan kualitas sumber daya
manusia (SDM), seperti dibebaskannya biaya sekolah, seperti sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama
(SMP), serta dibebaskannya biaya- biaya pengobatan di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).
Faktor kedua yang dapat mengakibatkan gagalnya program penanggulangan kemiskinan adalah kurangnya pemahaman
berbagai pihak tentang penyebab kemiskinan itu sendiri sehingga program-program pembangunan yang ada tidak
didasarkan pada isu-isu kemiskinan, yang penyebabnya berbeda-beda secara lokal.
Sebagaimana diketahui, data dan informasi yang digunakan untuk program-program penanggulangan kemiskinan
selama ini adalah data makro hasil Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas) oleh BPS dan data mikro hasil
pendaftaran keluarga prasejahtera dan sejahtera I oleh BKKBN.
Kedua data ini pada dasarnya ditujukan untuk kepentingan perencanaan nasional yang sentralistik, dengan asumsi yang
menekankan pada keseragaman dan fokus pada indikator dampak. Pada kenyataannya, data dan informasi seperti ini
tidak akan dapat mencerminkan tingkat keragaman dan kompleksitas yang ada di Indonesia sebagai negara besar yang
mencakup banyak wilayah yang sangat berbeda, baik dari segi ekologi, organisasi sosial, sifat budaya, maupun bentuk
ekonomi yang berlaku secara lokal.
Bisa saja terjadi bahwa angka-angka kemiskinan tersebut tidak realistis untuk kepentingan lokal, dan bahkan bisa
membingungkan pemimpin lokal (pemerintah kabupaten/kota). Sebagai contoh adalah kasus yang terjadi di Kabupaten
Sumba Timur. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur merasa kesulitan dalam menyalurkan beras untuk orang miskin
karena adanya dua angka kemiskinan yang sangat berbeda antara BPS dan BKKBN pada waktu itu.
Di satu pihak angka kemiskinan Sumba Timur yang dihasilkan BPS pada tahun 1999 adalah 27 persen, sementara angka
kemiskinan (keluarga prasejahtera dan sejahtera I) yang dihasilkan BKKBN pada tahun yang sama mencapai 84 persen.
Kedua angka ini cukup menyulitkan pemerintah dalam menyalurkan bantuan-bantuan karena data yang digunakan untuk
target sasaran rumah tangga adalah data BKKBN, sementara alokasi bantuan didasarkan pada angka BPS.
Secara konseptual, data makro yang dihitung BPS selama ini dengan pendekatan kebutuhan dasar (basic needs
approach) pada dasarnya (walaupun belum sempurna) dapat digunakan untuk memantau perkembangan serta
perbandingan penduduk miskin antardaerah. Namun, data makro tersebut mempunyai keterbatasan karena hanya
bersifat indikator dampak yang dapat digunakan untuk target sasaran geografis, tetapi tidak dapat digunakan untuk target
sasaran individu rumah tangga atau keluarga miskin. Untuk target sasaran rumah tangga miskin, diperlukan data mikro
yang dapat menjelaskan penyebab kemiskinan secara lokal, bukan secara agregat seperti melalui model-model
ekonometrik.
Untuk data mikro, beberapa lembaga pemerintah telah berusaha mengumpulkan data keluarga atau rumah tangga miskin
secara lengkap, antara lain data keluarga prasejahtera dan sejahtera I oleh BKKBN dan data rumah tangga miskin oleh
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Meski
demikian, indikator- indikator yang dihasilkan masih terbatas pada identifikasi rumah tangga. Di samping itu,
indikator-indikator tersebut selain tidak bisa menjelaskan penyebab kemiskinan, juga masih bersifat sentralistik dan
seragam-tidak dikembangkan dari kondisi akar rumput dan belum tentu mewakili keutuhan sistem sosial yang
spesifik-lokal.
Strategi ke depan
Berkaitan dengan penerapan otonomi daerah sejak tahun 2001, data dan informasi kemiskinan yang ada sekarang perlu
dicermati lebih lanjut, terutama terhadap manfaatnya untuk perencanaan lokal.
Strategi untuk mengatasi krisis kemiskinan tidak dapat lagi dilihat dari satu dimensi saja (pendekatan ekonomi), tetapi
memerlukan diagnosa yang lengkap dan menyeluruh (sistemik) terhadap semua aspek yang menyebabkan kemiskinan
secara lokal.
Data dan informasi kemiskinan yang akurat dan tepat sasaran sangat diperlukan untuk memastikan keberhasilan
pelaksanaan serta pencapaian tujuan atau sasaran dari kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan, baik di
tingkat nasional, tingkat kabupaten/kota, maupun di tingkat komunitas.
Masalah utama yang muncul sehubungan dengan data mikro sekarang ini adalah, selain data tersebut belum tentu
relevan untuk kondisi daerah atau komunitas, data tersebut juga hanya dapat digunakan sebagai indikator dampak dan
belum mencakup indikator-indikator yang dapat menjelaskan akar penyebab kemiskinan di suatu daerah atau komunitas.
Dalam proses pengambilan keputusan diperlukan adanya indikator-indikator yang realistis yang dapat diterjemahkan ke
dalam berbagai kebijakan dan program yang perlu dilaksanakan untuk penanggulangan kemiskinan. Indikator tersebut
harus sensitif terhadap fenomena-fenomena kemiskinan atau kesejahteraan individu, keluarga, unit-unit sosial yang lebih
besar, dan wilayah.
Kajian secara ilmiah terhadap berbagai fenomena yang berkaitan dengan kemiskinan, seperti faktor penyebab proses
terjadinya kemiskinan atau pemiskinan dan indikator-indikator dalam pemahaman gejala kemiskinan serta akibat-akibat
dari kemiskinan itu sendiri, perlu dilakukan. Oleh karena itu, pemerintah kabupaten/kota dengan dibantu para peneliti perlu
mengembangkan sendiri sistem pemantauan kemiskinan di daerahnya, khususnya dalam era otonomi daerah sekarang.
Para peneliti tersebut tidak hanya dibatasi pada disiplin ilmu ekonomi, tetapi juga disiplin ilmu sosiologi, ilmu antropologi,
dan lainnya.
Belum memadai
Ukuran-ukuran kemiskinan yang dirancang di pusat belum sepenuhnya memadai dalam upaya pengentasan kemiskinan
secara operasional di daerah. Sebaliknya, informasi-informasi yang dihasilkan dari pusat tersebut dapat menjadikan
kebijakan salah arah karena data tersebut tidak dapat mengidentifikasikan kemiskinan sebenarnya yang terjadi di tingkat
daerah yang lebih kecil. Oleh karena itu, di samping data kemiskinan makro yang diperlukan dalam sistem statistik
nasional, perlu juga diperoleh data kemiskinan (mikro) yang spesifik daerah. Namun, sistem statistik yang dikumpulkan
secara lokal tersebut perlu diintegrasikan dengan sistem statistik nasional sehingga keterbandingan antarwilayah,
khususnya keterbandingan antarkabupaten dan provinsi dapat tetap terjaga.
Dalam membangun suatu sistem pengelolaan informasi yang berguna untuk kebijakan pembangunan kesejahteraan
daerah, perlu adanya komitmen dari pemerintah daerah dalam penyediaan dana secara berkelanjutan. Dengan adanya
dana daerah untuk pengelolaan data dan informasi kemiskinan, pemerintah daerah diharapkan dapat mengurangi
pemborosan dana dalam pembangunan sebagai akibat dari kebijakan yang salah arah, dan sebaliknya membantu
mempercepat proses pembangunan melalui kebijakan dan program yang lebih tepat dalam pembangunan.
Keuntungan yang diperoleh dari ketersediaan data dan informasi statistik tersebut bahkan bisa jauh lebih besar dari biaya
yang diperlukan untuk kegiatan-kegiatan pengumpulan data tersebut. Selain itu, perlu adanya koordinasi dan kerja sama
antara pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder), baik lokal maupun nasional atau internasional, agar penyaluran
dana dan bantuan yang diberikan ke masyarakat miskin tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
Ketersediaan informasi tidak selalu akan membantu dalam pengambilan keputusan apabila pengambil keputusan
tersebut kurang memahami makna atau arti dari informasi itu. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya kemampuan
teknis dari pemimpin daerah dalam hal penggunaan informasi untuk manajemen.
Sebagai wujud dari pemanfaatan informasi untuk proses pengambilan keputusan dalam kaitannya dengan pembangunan
di daerah, diusulkan agar dilakukan pemberdayaan pemerintah daerah, instansi terkait, perguruan tinggi dan lembaga
swadaya masyarakat (LSM) dalam pemanfaatan informasi untuk kebijakan program.
Kegiatan ini dimaksudkan agar para pengambil keputusan, baik pemerintah daerah, dinas-dinas pemerintahan terkait,
perguruan tinggi, dan para LSM, dapat menggali informasi yang tepat serta menggunakannya secara tepat untuk membuat
kebijakan dan melaksanakan program pembangunan yang sesuai.
Pemerintah daerah perlu membangun sistem pengelolaan informasi yang menghasilkan segala bentuk informasi untuk
keperluan pembuatan kebijakan dan pelaksanaan program pembangunan yang sesuai. Perlu pembentukan tim teknis
yang dapat menyarankan dan melihat pengembangan sistem pengelolaan informasi yang spesifik daerah. Pembentukan
tim teknis ini diharapkan mencakup pemerintah daerah dan instansi terkait, pihak perguruan tinggi, dan peneliti lokal
maupun nasional, agar secara kontinu dapat dikembangkan sistem pengelolaan informasi yang spesifik daerah.
Berkaitan dengan hal tersebut, perlu disadari bahwa walaupun kebutuhan sistem pengumpulan data yang didesain,
diadministrasikan, dianalisis, dan didanai pusat masih penting dan perlu dipertahankan, sudah saatnya dikembangkan
pula mekanisme pengumpulan data untuk kebutuhan komunitas dan kabupaten.
Mekanisme pengumpulan data ini harus berbiaya rendah, berkelanjutan, dapat dipercaya, dan mampu secara cepat
merefleksikan keberagaman pola pertumbuhan ekonomi dan pergerakan sosial budaya di antara komunitas pedesaan
dan kota, serta kompromi ekologi yang meningkat.
Hamonangan Ritonga Kepala Subdit pada Direktorat Analisis Statistik, Badan Pusat Statistik
Sumber: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0402/10/ekonomi/847162.html
Suara wanita aurat atau bukan ?
Perbahasan mengenai kedudukan suara wanita telah banyak dibahaskan. Pelbagai pendapat berhubung permasalahan ini telah dikemukan samada yang disandarkan kepada nash syarak atau secara aqliyah semata. Tidak dinafikan wujudnya percanggahan pendapat dalam perkara ini. Pada kesempatan kali ini, sekali lagi kita akan turut membahaskan perkara ini. Apa yang bakal kami tampilkan di sini merupakan prinsip yang dipegang oleh penulis setelah mengkaji secara dalam dan menyeluruh (al-fikrul al-mustanir) berdasarkan nash-nash yang ada. Sekiranya para pembaca menginginkan penjelasan lanjut, anda dialu-alukan berhubung terus dengan sidang redaksi.
Adakah boleh mendengar nyanyian dari seorang wanita ? Apakah kedudukannya dan bagaimanakah seharusnya sikap dan pendirian kita ? Mungkin persoalan sedemikian rupa sering berlegar di benak pemikiran kita. Ada yang mengatakan bahawa yang boleh didengar adalah nyanyian dari lelaki, sedangkan nyanyian seorang wanita adalah haram untuk didengar. Alasannya, suara wanita itu aurat (hal yang tidak boleh ditampilkan). Jawapannya wallahu ‘alam.
Walaupun nyanyian yang memalukan itu haram dikerjakan bila disertai dengan perbuatan haram atau mungkar namun mendengarkannya tidaklah haram. Keharamannya itu terbatas pada mendengarkannya secara langsung dari penyanyinya ditempat maksiat (contohnya konsert secara langsung), bukan kerana suara penyanyi wanita itu aurat. Keharaman itu terletak pada sikap berdiam diri terhadap nyanyian yang berisi kata-kata mungkar dan sipenyanyi wanita tersebut menampilkan kecantikkannya untuk ditonjolkan dengan membuka auratnya, misalnya rambut, leher, dada, betis, paha dan bahagian aurat lainnya. Inilah yang diharamkan oleh syara’, bukan kerana masalah mendengarkan nyanyian wanita itu.
Suara wanita bukan aurat kerana jika disebut demikian, mengapa Rasulullah SAW mengizinkan dua budak wanita menyanyi di rumahnya ? Selain itu, baginda SAW juga tidak keberatan berbicara dengan kaum wanita, sebagaimana yang terjadi ketika menerima bai’at dari kaum ibu sebelum dan sesudah hijrah. Bahkan beliau pernah mendengar nyanyian seorang wanita yang bernazar untuk memukul rebana dan menyanyi di hadapan Rasulullah SAW. Semua keterangan tersebut dan keterangan serupa lainnya menunjukkan bahawa suara wanita bukan aurat.
Selain itu, syara’ telah memberikan hak dan kekuasaan/kebenaran kepada kaum wanita untuk melakukan aktiviti jual-beli, berdagang, menyampaikan ceramah atau mengajar, mengaji Al Quran di rumah sendiri, membaca qasidah atau syair dan sebagainya. Jika suara mereka itu dianggap aurat atau haram diperdengarkan maka tentu syara’ akan mencegah mereka melakukan semua aktiviti tersebut. Inilah hujjah yang kuat. Memang diakui, syara’ melarang wanita menampilkan perhiasannya di hadapan kaum lelaki yang bukan mahramnya, melenggak-lenggok atau manja dalam berbicara sebagaimana yang telah diterangkan oleh Allah dalam firmanNya yang mafhumnya:
“...dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putera-putera mereka atau putera-putera suami mereka atau saudara-saudara lelaki mereka atau putera-putera saudara lelaki mereka atau putera-putera saudara perempuan mereka atau wanita-wanita Islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan lelaki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita...”[An Nur: 31]
Syara’ tidak melarang wanita berbicara dengan lelaki dengan syarat ia tidak menampilkan kecantikkan atau perhiasannya kepada masyarakat umum di samping ketentuan lain yang telah ditetapkan oleh syara’. Oleh kerana itu, mendengar suara wanita tidaklah haram sebab ianya bukan aurat. Tidak ada larangan wanita untuk berbicara dengan kaum lelaki kecuali dengan suara manja, merayu, mendayu atau keluhan yang dapat menimbulkan keinginan kaum lelaki untuk berbuat jahat, serong dan perbuatan dosa besar yang lainnya terhadap wanita tersebut. Hal ini telah ditegaskan oleh Allah dalam firmanNya yang mafhumnya:
“...maka, janganlah kamu tunduk ketika berbicara (dengan manja, merayu, dan sebagainya).(sebab), nanti akan timbul keinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya (keinginan nafsu berahinya). Dan ucapkanlah perkataan yang baik (sopan santun).” [Al Ahzab:32]
Apabila wanita sudah melanggar perintah tersebut maka tidak hanya dirinya yang terlibat dalam perbuatan dosa atau haram, tetapi setiap orang yang membiarkan hal tersebut kerana mereka tidak menyeru kepada yang ma’ruf terhadap wanita itu dan tidak pula mencegahnya melakukan yang mungkar.
Rasulullah SAW bersabda
“Siapa saja di antara kalian yang melihat adanya kemungkaran maka hendaklah ia ubah dengan tangannya. Jika ia tidak mampu melakukannya, maka hendaklah dengan lisannya. Kalau inipun tidak mapu dilakukannya, maka hendaklah dengan menolaknya dii dalam hatinya. Tetapi itulah iman yang selemah-lemahnya.” [HR Muslim, Abu Daud, Tirmizi, An Nasa’i dan Ibn Majah]
Jadi, itulah sedikit penjelasan ringkas yang dapat kami berikan berhubung perkara ini. Sebarang komentar bolehlah dipanjangkan kepada kami. InsyaAllah kami sedia menerima sebarang komentar anda. Wallahu ‘alam.
Read more ...
Adakah boleh mendengar nyanyian dari seorang wanita ? Apakah kedudukannya dan bagaimanakah seharusnya sikap dan pendirian kita ? Mungkin persoalan sedemikian rupa sering berlegar di benak pemikiran kita. Ada yang mengatakan bahawa yang boleh didengar adalah nyanyian dari lelaki, sedangkan nyanyian seorang wanita adalah haram untuk didengar. Alasannya, suara wanita itu aurat (hal yang tidak boleh ditampilkan). Jawapannya wallahu ‘alam.
Walaupun nyanyian yang memalukan itu haram dikerjakan bila disertai dengan perbuatan haram atau mungkar namun mendengarkannya tidaklah haram. Keharamannya itu terbatas pada mendengarkannya secara langsung dari penyanyinya ditempat maksiat (contohnya konsert secara langsung), bukan kerana suara penyanyi wanita itu aurat. Keharaman itu terletak pada sikap berdiam diri terhadap nyanyian yang berisi kata-kata mungkar dan sipenyanyi wanita tersebut menampilkan kecantikkannya untuk ditonjolkan dengan membuka auratnya, misalnya rambut, leher, dada, betis, paha dan bahagian aurat lainnya. Inilah yang diharamkan oleh syara’, bukan kerana masalah mendengarkan nyanyian wanita itu.
Suara wanita bukan aurat kerana jika disebut demikian, mengapa Rasulullah SAW mengizinkan dua budak wanita menyanyi di rumahnya ? Selain itu, baginda SAW juga tidak keberatan berbicara dengan kaum wanita, sebagaimana yang terjadi ketika menerima bai’at dari kaum ibu sebelum dan sesudah hijrah. Bahkan beliau pernah mendengar nyanyian seorang wanita yang bernazar untuk memukul rebana dan menyanyi di hadapan Rasulullah SAW. Semua keterangan tersebut dan keterangan serupa lainnya menunjukkan bahawa suara wanita bukan aurat.
Selain itu, syara’ telah memberikan hak dan kekuasaan/kebenaran kepada kaum wanita untuk melakukan aktiviti jual-beli, berdagang, menyampaikan ceramah atau mengajar, mengaji Al Quran di rumah sendiri, membaca qasidah atau syair dan sebagainya. Jika suara mereka itu dianggap aurat atau haram diperdengarkan maka tentu syara’ akan mencegah mereka melakukan semua aktiviti tersebut. Inilah hujjah yang kuat. Memang diakui, syara’ melarang wanita menampilkan perhiasannya di hadapan kaum lelaki yang bukan mahramnya, melenggak-lenggok atau manja dalam berbicara sebagaimana yang telah diterangkan oleh Allah dalam firmanNya yang mafhumnya:
“...dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putera-putera mereka atau putera-putera suami mereka atau saudara-saudara lelaki mereka atau putera-putera saudara lelaki mereka atau putera-putera saudara perempuan mereka atau wanita-wanita Islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan lelaki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita...”[An Nur: 31]
Syara’ tidak melarang wanita berbicara dengan lelaki dengan syarat ia tidak menampilkan kecantikkan atau perhiasannya kepada masyarakat umum di samping ketentuan lain yang telah ditetapkan oleh syara’. Oleh kerana itu, mendengar suara wanita tidaklah haram sebab ianya bukan aurat. Tidak ada larangan wanita untuk berbicara dengan kaum lelaki kecuali dengan suara manja, merayu, mendayu atau keluhan yang dapat menimbulkan keinginan kaum lelaki untuk berbuat jahat, serong dan perbuatan dosa besar yang lainnya terhadap wanita tersebut. Hal ini telah ditegaskan oleh Allah dalam firmanNya yang mafhumnya:
“...maka, janganlah kamu tunduk ketika berbicara (dengan manja, merayu, dan sebagainya).(sebab), nanti akan timbul keinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya (keinginan nafsu berahinya). Dan ucapkanlah perkataan yang baik (sopan santun).” [Al Ahzab:32]
Apabila wanita sudah melanggar perintah tersebut maka tidak hanya dirinya yang terlibat dalam perbuatan dosa atau haram, tetapi setiap orang yang membiarkan hal tersebut kerana mereka tidak menyeru kepada yang ma’ruf terhadap wanita itu dan tidak pula mencegahnya melakukan yang mungkar.
Rasulullah SAW bersabda
“Siapa saja di antara kalian yang melihat adanya kemungkaran maka hendaklah ia ubah dengan tangannya. Jika ia tidak mampu melakukannya, maka hendaklah dengan lisannya. Kalau inipun tidak mapu dilakukannya, maka hendaklah dengan menolaknya dii dalam hatinya. Tetapi itulah iman yang selemah-lemahnya.” [HR Muslim, Abu Daud, Tirmizi, An Nasa’i dan Ibn Majah]
Jadi, itulah sedikit penjelasan ringkas yang dapat kami berikan berhubung perkara ini. Sebarang komentar bolehlah dipanjangkan kepada kami. InsyaAllah kami sedia menerima sebarang komentar anda. Wallahu ‘alam.
Selasa, 26 November 2013
Fungsi Refresh Yang Sebenarnya
Anda tentunya sudah tidak asing lagi dengan Refresh. Misalnya kalau Anda mengklik kanan pada Desktop maka akan muncul menu Refresh. Juga pada saat Anda berada di Windows Explorer. Tapi tahukah Anda apa sesungguhnya fungsi Refresh tersebut. Refresh biasa digunakan untuk memperbaharui "tampilan" setelah terjadi suatu perubahan. Untuk lebih memahaminya, coba ikuti langkah berikut ini.
Pertama, buat folder baru pada Desktop dengan cara klik kanan, pilih New - Folder (Tapi sebelumnya Anda harus menonaktifkan Show All Files. Caranya dari Windows Eplorer, klik menu View - Folder Options. Pindah ke tab View. Pilih Do not show hidden or system files. Klik OK).
Setelah Anda membuat Folder baru, klik kanan folder tersebut lalu pilih Properties. Lalu beri tanda centang atau check pada bagian Hidden. Klik OK.
Sekarang Anda melihat bahwa Folder tersebut masih nampak pada Desktop walaupun Anda telah mengganti atribut folder tersebut menjadi hidden (tersembunyi). Nah sekarang klik kanan pada desktop, pilih Refresh. Atau bisa juga dengan menekan tombol F5. Sekarang folder tersebut sudah tidak nampak lagi pada Desktop.
Read more ...
Pertama, buat folder baru pada Desktop dengan cara klik kanan, pilih New - Folder (Tapi sebelumnya Anda harus menonaktifkan Show All Files. Caranya dari Windows Eplorer, klik menu View - Folder Options. Pindah ke tab View. Pilih Do not show hidden or system files. Klik OK).
Setelah Anda membuat Folder baru, klik kanan folder tersebut lalu pilih Properties. Lalu beri tanda centang atau check pada bagian Hidden. Klik OK.
Sekarang Anda melihat bahwa Folder tersebut masih nampak pada Desktop walaupun Anda telah mengganti atribut folder tersebut menjadi hidden (tersembunyi). Nah sekarang klik kanan pada desktop, pilih Refresh. Atau bisa juga dengan menekan tombol F5. Sekarang folder tersebut sudah tidak nampak lagi pada Desktop.
6 Respons SBY Terhadap Surat Balasan PM Tony Abbott
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluarkan 6 respons terhadap surat balasan Perdana Menteri Australia Tony Abbott terkait penyadapan intelijen Negeri Kanguru itu. Respons untuk menentukan kelanjutan hubungan Indonesia dan Australia itu telah dibahas SBY dengan Wapres Boediono dan anggota Kabinet.
Pertama, SBY memerintahkan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa atau petugas khusus untuk membicarakan sejumlah isu-isu sensitif, termasuk hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia pascapenyadapan.
"Bagi saya ini merupakan prasyarat dan bagi penyusunan protokol dan kode etik dan sudah disetujui Perdana Menteri Australia," kata SBY di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/11/2013).
Kedua, setelah muncul undestanding dan kesepahaman antara Indonesia dan Australia, dilanjutkan dengan penyusunan protokol dan kode etik secara mendalam. Ketiga, "Saya akan memeriksa sendiri draf protokol dan kode etik itu apakah sudah memadai pascapenyadapan."
Keempat, setelah protokol dan kode etik selesai, pengesahannya dilakukan di hadapan pemimpin pemerintahan yang dihadiri SBY dan Tony Abbott. Kelima, kode etik dan protokol tersebut dipatuhi, oleh karena itu diperlukan waktu untuk observasi.
"Saya kira itu wajar," ucap SBY.
Dan keenam, jika protokol dan kode etik itu benar-benar dijalankan Indonesia dan Australia, maka akan timbul saling percaya antara kedua negara. Sehingga bisa kembali bekerja sama dengan baik.
"Saya percaya kerja sama bilateral yang membawa manfaat bersama bisa kita lanjutkan," ujar SBY. (Eks/Mut)
sumber : http://news.liputan6.com/read/757328/6-respons-sby-terhadap-surat-balasan-pm-tony-abbott
Read more ...
Pertama, SBY memerintahkan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa atau petugas khusus untuk membicarakan sejumlah isu-isu sensitif, termasuk hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia pascapenyadapan.
"Bagi saya ini merupakan prasyarat dan bagi penyusunan protokol dan kode etik dan sudah disetujui Perdana Menteri Australia," kata SBY di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/11/2013).
Kedua, setelah muncul undestanding dan kesepahaman antara Indonesia dan Australia, dilanjutkan dengan penyusunan protokol dan kode etik secara mendalam. Ketiga, "Saya akan memeriksa sendiri draf protokol dan kode etik itu apakah sudah memadai pascapenyadapan."
Keempat, setelah protokol dan kode etik selesai, pengesahannya dilakukan di hadapan pemimpin pemerintahan yang dihadiri SBY dan Tony Abbott. Kelima, kode etik dan protokol tersebut dipatuhi, oleh karena itu diperlukan waktu untuk observasi.
"Saya kira itu wajar," ucap SBY.
Dan keenam, jika protokol dan kode etik itu benar-benar dijalankan Indonesia dan Australia, maka akan timbul saling percaya antara kedua negara. Sehingga bisa kembali bekerja sama dengan baik.
"Saya percaya kerja sama bilateral yang membawa manfaat bersama bisa kita lanjutkan," ujar SBY. (Eks/Mut)
sumber : http://news.liputan6.com/read/757328/6-respons-sby-terhadap-surat-balasan-pm-tony-abbott
Senin, 25 November 2013
Cara meninggikan badan
1. Minumlah susu yang berkalsium tinggi.
Susu yang mengandung kalsium cukup tinggi bisa membantu merergenerasi & melenturkan tulang-tulang tubuh untuk dapat tumbuh. Banyak sekali susu yang mengandung kalsium tinggi dengan berbagai merek. Dengan mengkonsumsi susu yang mengandung kalsium tinggi setiap hari secara rutin bisa membantu pertumbuhan tulang & tinggi badan.
2. Membiasakan pola hidup sehat
Seseorang yang memiliki tinggi badan kurang ideal juga dapat dipengaruhi oleh gaya atau pola hidup yang sehat. Salah satu contoh, seseorang yang memiliki tubuh membungkuk akan mempengaruhi tinggi yang akan semakin menurun. Pola hidup yang sehat tidak hanya mempengaruhi keadaan tubuh yang sehat, namun dapat menunjang tinggi badan. Konsumsi banyak makanan, minuman dan sumber gizi lainnya terutama yang mengandung kalsium dan vitamin D yang sangat baik bagi tulang.
3. Istirahatlah yang Cukup.
Badan atau tubuh juga butuh istirahat yang cukup untuk memulihkan dan mengembalikan stamina tubuh. Kualitas istirahat yang benar akan sangat membantu untuk meninggikan badan.
4. Konsumsi Protein nabati
Protein nabati membantu membuat tubuh makin tinggi. Kalian bisa menggunakan kedelai sebagai cara untuk mendapatkan protein. Kalian juga bisa menggunakan olahan kedelai seperti susu, tahu dan tempe agar otot terus bisa tumbuh.
5. Konsumsi Protein hewani
Protein hewani seperti ayam, daging sapi, dsb membantu otot kalian untuk bisa tumbuh. Protein Hewani memberi kalian banyak protein diperlukan untuk pertumbuhan otot. Kalian juga dapat mengonsumsi telur yang kaya akan nutrisi seperti kalsium, Vitamin D dan protein.
6. Olahraga
Untuk mendapatkan tinggi badan, seseorang juga perlu melakukan beberapa jenis olahraga tertentu seperti berenang, bola basket dan beberapa jenis olaharaga lainnya. dengan melakukan olahraga secara rutin dapat membantu membentuk dan merangsang tulang-tulang tubuh untuk membentuk sel-sel tubuh.
7. Skipping
Ketika melompat, aktivitas itu meningkatkan sirkulasi darah dan membantu otot-otot tubuh bagian bawah tumbuh.
8. Vertical hanging
Berpegangan pada tiang yang tinggi dan bergelantungan dapat membantu meningkatkan tinggi badan kalian. Dengan cara bergelantungan di pohon juga bisa, asalkan hati-hati saja.
9. Peregangan vertikal
Berdiri tegak lalu rapatkan kaki, angkat tangan di atas kepala dan mencoba untuk meregangkan sejauh yang kalian bisa seakan-akan tubuh ditarik. Ini membantu semua otot dalam tubuh kalian meregang dan tumbuh.
10. Latihan Menendang
Tendangan adalah latihan penting untuk pertahanan diri. Sekarang pasang kuda-kuda dan mulailah latihan menendang dengan sekencang mungkin. Ini membantu bagian bawah kaki kalian bisa tumbuh. Yaa itung-itung biar bisa nendang kencang untuk bela diri :)
11. Yoga dengan posisi seperti ular kobra
Cobalah bersikap seperti ular kobra yang mengangkat kepalanya. Dalam keadaan tengkurap, angkat setengah badan kalian. Ini akanmembantu otot-otot tubuh bagian atas kalian meregang sehingga tumbuh lebih panjang. Lakukan secara rutin agar hasilnya maksimal dan memuaskan.
sumber : http://mazinubersahabat.blogspot.com/2013/09/11-cara-agar-cepat-meninggikan-badan.html
Kelebihan dan Kelemahan Merk Laptop
1. Acer
Kelebihan :
Konsep desain yang bagus, banyak pilihan warna dalam produk-produknya
Dari segi harga merupakan notebook / netbook yang paling murah diantara laptop bermerek lainnya
Memiliki service support yang baik. Semua kerusakan laptop dalam masa garansi akan diperbaiki secara tuntas dengan waktu yang cepat (berlaku untuk garansi resmi)
Kelemahan atau Kekurangan :
Ketahanan casing sangat lemah
Panel LCD mudah retak
Kualitas keyboard yang buruk
2. Asus
Kelebihan :
Vendor yang sudah ada sejak dari zaman PC (portable computer) mulai populer, sehingga dalam urusan teknologi tidak perlu diragukan lagi
Ketangguhan MotherBoard dalam setiap produknya
Harga yang ekonomis membawa fitur-fitur mumpuni sejajar dengan netbook / notebook lain di kelasnya
Asus dikenal sebagai merk laptop yang paling mumpuni untuk bermain game. Berbekal VGA seperti pada ATI Radeon dan Nvidia GForce, sangat cocok buat para gamer
Dengan masa garansi selama 2 (dua) tahun, menjadikan laptop ini terlama waktu garansinya diantara vendor- vendor yang lain
Kelemahan :
Dalam mengeluarkan produk laptop terbaru terlalu cepat dengan membawa specs yang lebih tinggi tetapi harganya lebih murah dari produk sebelumnya. Kondisi ini sering membuat para pengguna yang telah membeli produk sebelumnya merasa kecewa dan menyesal
Di beberapa wilayah, Asus tidak memiliki jumlah service center yang cukup. Akibatnya sering terjadi penumpukan barang servisan yang bergaransi, sehingga saat ada masalah maupun kerusakan, Anda musti antri dulu dan bisa memakan waktu beberapa bulan
Dalam produk netbooknya tidak disertai dengan Softcase
Untuk seri 12" kerap terjadi error touchpad dan kasus lain pada seri K43u AMD E350 error Harddisk (seringnya pengguna tidak mengetahui dan kebanyakan hanya fihak penjual yang tau saat mengecek daftar / spesifikasi barang sebelum diberikan kepada pembeli)
3. Apple
Keunggulan :
Kelebihan netbook atau notebook Apple yang paling menonjol adalah dari segi gengsi dan konsep desain. Siapapun pasti akan memandang lebih kepada orang yang memakai laptop ini, terutama di Indonesia
Track pad dengan ukuran besar yang menjamin kenyamanan saat dipakai
Pemakaian Mac OS sebagai Sistem Operasi, yang disebut-sebut user friendly serta mudah dalam pengoperasian jika dibandingkan OS yang lain (menurut pihak Apple sendiri)
LCD dengan resolusi tinggi yang nyaman serta enak dilihat
Keyboard serta layar LCD yang memakai metode pencahayaan otomatis sehingga bisa menyesuaikan / beradaptasi dengan keadaan lingkungan disekitar
Semua komponen dari laptop Apple telah mengaplikasikan konsep produk berwawasan lingkungan, karena dibuat dari bahan-bahan yang bisa di daur ulang sehingga ramah akan lingkungan
tahun lalu
beiy.serro #23426
Original Laziale
Kekurangan :
Bagi pengguna khususnya Indonesia yang telah terbiasa dengan Sistem Operasi Windows akan sedikit kesulitan mengoperasikan Mac OS yang belum banyak orang mengenalnya
Harga yang sangat mahal bila dikaitkan dengan fitur-fitur didalamnya yang mirip dengan merek lain dengan harga jauh lebih rendah
Service Center yang sangat terbatas, hanya di kota-kota besar yang ada
4. Axioo
Keunggulan :
Desain laptop yang tipis serta warna cat tahan lama
Merupakan produk terbaik di kelas lokal (buatan dalam negeri)
Harga lebih rendah bila dibandingkan vendor lain yang spesifikasinya sama
Kelemahan :
Setelah jalan 1 tahun, daya baterai akan mengalami penurunan yang drastis (hanya mampu setengah jam pemakaian)
CD Writer mudah rusak
Terkadang layar mengalami blank saat digerakkan dalam pengoperasian sehingga perlu restart untuk menghidupkan kembali
Fasilitas Wi-fi bermasalah yang ditandai dengan Windows tidak mampu menemukan signal melalui Driver Wireless LAN bawaan
Charger mengalami panas yang berlebihan saat digunakan
Kondisi panas yang berlebihan juga terjadi pada area samping pad mouse. Pada beberapa kasus ditemukan panas yang teramat sangat sehingga mengganggu aktivitas pengetikan
5. Alienware
Kelebihan :
Kualitasnya komponen yang bagus serta kokoh
Desain konsep pada netbook / notebook yang mengagumkan
Garansi produk yang lama (dua tahun)
Khusus pada beberapa seri, calon pengguna dapat memesan desain, spesifikasi, warna serta fitur-fitur unik seperti lampu, ukiran nama kita dll
Hadir dengan spesifikasi yang tinggi sehingga memiliki kemampuan yang bagus
Kekurangan :
Dari segi bobot termasuk berat disebabkan bahan casing pada mayoritas produknya berasal dari logam
Dalam hal mobilitas pengguna, kenyamanan dapat terganggu dengan ukuran laptop ini yang kebanyakan besar-besar
Harga yang mahal
tahun lalu
beiy.serro #23426
Original Laziale
6. Dell
Keunggulan :
Kesan kokoh saat melihat tampilannya dengan casing yang memakai bahan Cromonium
Bagi pengguna Open Source seperti OS Linux UBUNTU akan terbantu dikarenakan beberapa laptop ini telah terinstal OS tersebut
Harga laptop yang rata-rata terjangkau
Service Center dengan pelayanan khusus dimana kita bisa memanggil para teknisinya kerumah dan proses perbaikan laptop bisa dilakukan saat itu juga dirumah kita
Kelemahan :
Pusat Service Center yang kantornya di Indonesia tidak merata
Beberapa seri notebook ataupun netbook membawa pola desain yang kaku sehingga tersirat makna laptop untuk pekerja kantoran
7. Fujitsu
Kelebihan :
Rata-rata mempunyai berat bobot yang ringan
Kualitas produknya yang tidak perlu diragukan lagi
Tampilan layarnya yang bening
Kekurangan :
Spesifikasi laptop yang rata-rata rendah
Service Center jumlahnya sedikit
Harga yang mahal dan baik netbook maupun notebook produknya sulit dicari
8. Hewlett Packard (HP) / Compaq
Keunggulan :
Dari segi perlengkapan produk paling lengkap dibandingkan merek lain. Dalam satu paket terdapat dua kabel charger, CD / DVD, buku petunjuk yang lengkap plus fasilitas recovery pada Hdd
Konstruksi paling kokoh diantara laptop yang telah beredar saat ini
Harga yang toleran diantara merek sekelasnya
Dengan sejarah HP yang mengawali kiprahnya pada teknologi PC, performa sistem dari setiap laptop keluarannya paling stabil
Kelemahan :
Kurang inovasi dalam hal desain sehingga produknya terkesan monoton
Kualitas layar LCD yang rendah dibandingkan beberapa vendor lain
Bonus Software yang rata-rata kurang berguna, biasanya hanya untuk pencitraan
Pemberian nama seri produk kurang jelas. Terkadang calon pembeli mengalami kebingungan saat memilih karena meski secara tampilan sama persis, dalam kenyataannya terdapat spesifikasi yang berbeda, dalam hal ini harus jeli
tahun lalu
beiy.serro #23426
Original Laziale
9. Lenovo
Keunggulan :
Vendor ini merupakan representatif dari IBM, perusahaan komputer yang telah berpengalaman selama puluhan tahun
Harga laptop yang terjangkau
Beberapa produknya seperti Thinkpad adalah laptop yang tahan air
Kelemahan :
Tampilan bodi / casing yang buruk pada produk seri Z
Tidak meratanya Service Center sehingga kesulitan saat mengurus garansi
10. Samsung
Kelebihan :
Layarnya yang terang serta bening mengungguli merk lain
Kualitas komponen yang bagus dengan 80 persen adalah bahan sendiri menjadikan laptop ini jarang mendapat komplain dari para pengguna
Dengan metode "Battery Life Extender", netbook / notebook Lenovo mempunyai daya baterai yang luar biasa
Desain tampilannya yang cocok untuk kawula muda, menawan serta bergaya
Service Center yang banyak di Indonesia sehingga mudah pada waktu pengurusan garansi
Aplikasi tambahan yang banyak kegunaan serta manfaatnya
Membawa fitur "Fast Start" sehingga kecepatan dalam proses data sangat fantastic
Kekurangan :
Distribusi beberapa produknya sering tidak merata dan terlambat. Contoh di suatu kota telah launching sebuah laptop namun dikota lain belum meski masih satu wilayah yang berdekatan
Tidak disertai master / driver webcam pada paketnya sehingga harus mencari sendiri
11. Sony
Keunggulan :
LCD yang sempurna
Desain model yang unik tidak seperti laptop pada kebanyakan
Software tambahan yang banyak namun tidak terlalu bermanfaat
Pemberian nama produk yang jelas serta akurat sehingga mempermudah identifikasi antara suatu seri dengan seri yang lainnya
Kekurangan :
Jarang sekali memberikan garansi resmi di Indonesia, rata-rata yang ada melalui distributor
Harga produk sangat mahal
Suku cadang serta jasa servis yang mahal
Kontruksi produk yang rentan kerusakan bila dibanding vendor lain sekelasnya
tahun lalu
beiy.serro #23426
Original Laziale
12. Toshiba
Keunggulan :
Adalah merk laptop unggulan di Indonesia, harga jual kembali yang stabil
Produk mudah dicari serta suku cadang dan service center yang mudah ditemukan
LCD yang kualitasnya sangat bagus
Konsep konstruksi yang kokoh, bahkan pada beberapa seri terdapat pelindung Hdd sehingga saat jatuh tidak mengalami kerusakan
Kelemahan :
Konsep desain yang agak jadul, tidak mengikuti perkembangan zaman
Harga produknya tergolong mahal
Pemberian nama produk yang tidak jelas dan kurang akurat sehingga sering terjadi kekeliruan / tertukar, selain itu terlalu cepat mengeluarkan produk
13. Zyrex
Kelebihan :
Salah satu laptop buatan lokal (Indonesia)
Beberapa seri netbooknya lucu-lucu :D
Harga yang murah daripada vendor yang lain dengan specs sama
Kekurangan :
Kontruksi bodi serta casing buruk
Harga jual kembali yang anjlok
Komponen susah dicari dengan Service Center yang terbatas
14. C3-Cube
Keunggulan :
Merek lokal dengan rakitan dari China
Garansi sangat lama (5 tahun)
Service Center telah menyebar di beberapa kota besar
Kelemahan :
Harga yang mahal tidak di imbangi dengan kualitas yang bagus
Ringkih serta rentan rusak
http://situsinformasi.blogspot.com/2012/10/kelebihan-dan-kelemahan-dari-semua-merk-laptop.html?m=1
Langganan:
Postingan (Atom)
Pengikut
About Me
- Unknown
Diberdayakan oleh Blogger.
Popular Posts
-
Liputan6.com, Jakarta : Senayan dibuat pecah oleh 1100 anak Sekolah yang melakukan flashmob untuk mengajak m...
-
Kerusakan lingkungan akibat bencana alam memang tidak dapat dihindari. Alam memang memiliki kemampuan untuk melakukan seleksi sendiri untu...
-
Masyarakat madani adalah masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, yang maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan, da...
-
Mewarnai rambut atau sekadar memberihighlight memang dapat mengubah penampilan rambut kusam jadi lebih indah. Pilihan warna yang semakin be...
-
Bagi anda yang hobi surfing di internet tentu hafal betul apa itu web browser atau peramban. Ya,web browser atau sering disingkat browser...
-
Pada 14 Maret 2013, Bank Dunia meluncurkan publikasi: ”Spending More or Spending Better: Improving Education Financing in Indonesia”. Publik...
-
Adapun cara sharing atau berbagi data, film ataupun game yang berkapasitas cukup memakan banyak memori tanpa menggunakan flasdisk ataupun ...
-
SEJAK awal kemerdekaan, bangsa Indonesia telah mempunyai perhatian besar terhadap terciptanya masyarakat yang adil dan makmur sebagaimana te...
-
KOMPAS.com — Bersama dengan smartphone Nexus 5, Google turut meluncurkan sistem operasi terbaru Android 4.4, yang juga dikenal dengan nama ...
-
Di tengah maraknya perbedaan-perbedaan pendapat pada zaman sekarang ini, kita perlu senantiasa menerapkan etika berbeda pendapat. Rasulullah...
Blog Archive
-
▼
2013
(39)
-
▼
November
(26)
- Etika Berbeda Pendapat
- Hukum Memejamkan Mata ketika shalat
- Fresh Care
- Sertifikasi Guru
- pertanyaan tentang Boneka.
- Sejarah Mickey Mouse
- Apa Pengertian Joomla
- Masyarakat Madani
- Mengapa kemiskinan di Indonesia menjadi masalah be...
- Suara wanita aurat atau bukan ?
- Fungsi Refresh Yang Sebenarnya
- 6 Respons SBY Terhadap Surat Balasan PM Tony Abbott
- Cara meninggikan badan
- Kelebihan dan Kelemahan Merk Laptop
- Durhaka kepada orang tua adalah dosa besar !!
- Pentingnya sarapan
- Jangan mencat rambut anak!
- Rakyat Cemaskan Pemilu
- Smarthphone terbaik 2012
- Android KitKat
- Kekurangan BBM android
- Kelebihan dan Kekurangan Web Browser
- BENCANA ALAM
- Dosa yang tidak diampuni ALLAH SWT
- Hukum fitnah
- Cara mensharing data dengan wireless
-
▼
November
(26)